Green School Festival, atau lebih sering disingkat dengan GSF, merupakan salah satu budaya unik Indonesia. Sebuah festival yang digelar di beberapa daerah di Indonesia. Disebut festival dan bukan lomba, karena lomba merupakan bagian kecil dari rangkaian kegiatan ini.
Di Malang, Green School Festival telah dimulai sejak tahun 2014. Sejak dimulainya rangkaian acara ini, banyak sekolah yang telah ikut serta dalam acara-acara dalam Green School Festival. Dari jenjang SD hingga SMA/SMK, telah mencurahkan usahanya untuk meramaikan kegiatan ini.
Green School Festival bertujuan untuk memberikan alternatif untuk belajar tentang lingkungan hidup bagi warga sekolah. Alternatif ini adalah dengan cara berkegiatan yang santai, namun bermanfaat. Salah satu metode alternatif ini adalah Green School Mapping. Green School Mapping sendiri adalah metode di mana peserta Green School Festival memetakan sendiri masalah dan potensi lingkungan hidup di lingkup sekolah. Pemetaan ini merangkup 9 isu, yakni :
- Isu energi
- Isu sampah
- Isu polusi udara
- Isu air dan limbah cair
- Isu tanah dan kontaminasi kimia
- Isu tanaman
- Isu resiko
- Isu keindahan
- Isu edukasi-informasi-inspirasi
Pemetaan ini bertujuan untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab peserta. Sembilan isu lingkungan hidup ini didiskusikan oleh 9 tim yang telah dibentuk oleh masing-masing sekolah yang mengikuti Green School Festival.
Workshop Green School Mapping
Kegiatan ini masih berlangsung hingga saat ini, dan ratusan sekolah masih ikut serta dalam festival ini. Selain Green School Mapping, ada juga kegiatan workshop, di mana tiap tim dipersiapkan untuk memetakan 9 isu yang ada.
Setelah pemetaan isu tersebut telah selesai, segenap warga sekolah ambil tindakan untuk mewujudkan dan meningkatkan potensi lingkungan hidup di sekolah masing-masing. Para juri akan mengunjungi sekolah-sekolah, dan menilai hasil dari usaha pemetaan 9 isu.