Akar Hijau Sekolah Kota Malang

Awal mekarnya hijau generasi muda

Labirin Mimpi

Ketika dunianya terbalik.

Green School Festival, Pesta Lingkungan Hidup

Segarnya bumi adalah harta yang paling berharga. Tinggal pilihan untuk menjadikannya warisan atau tidak.

Little Blizzard

Terkadang ada sesuatu yang harus kusembunyikan, putriku. Dan dari beberapa hal tersebut, ada yang harus tetap tersembunyi.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kumpulan pixel yang membentuk huruf yang membentuk karya

Minggu, 10 Desember 2017

Labirin Mimpi


Vera hanyalah seorang siswi SMA biasa. Hanya saja ia telah berubah setelah seorang murid pindahan datang di hidup sekolahnya. Kedatangan pemuda itu membuatnya bertanya-tanya, sejak kapan dia mulai mendapati sosok-sosok misterius di setiap sudut ruangan tempatnya berada.

Sementara Edo, seorang pemuda yang baru saja pindah ke sekolah baru karena masalah reputasi, tampak menikmati setiap kebingungan yang dialami teman-teman sekelasnya yang baru. Terutama Vera. Itu semua sebelum gadis itu memergokinya bermain jelangkung. Ditambah lagi, kutukan jelangkung itu membuat Vera tidak bisa terlepas dari kehidupan Edo yang bisa dikatakan sama sekali tidak normal. 

Hingga satu hari, si Jelangkung mulai berulah. Vera mulai terikat pada tugas para kaum dunia lain, dan hanya bisa bebas jika ia menemukan sesajen jiwa yang tepat. 

Apakah Vera mau mengorbankan Edo, jika hatinya telah tertambat pada pemuda itu?

Rabu, 08 November 2017

Akar Hijaunya Sekolah Kota Malang


Kegiatan Green School Festival kembali diselenggarakan pada tahun 2017. Sebagai awal dari rangkaian acara, sebuah sosialisasi di mana sekitar 190 kepala sekolah dikumpulkan telah diadakan pada Jumat, 29 September 2017, di aula SMKN 2 Malang.



Sosialisasi di Aula SMKN 2 Malang

Para kepala sekolah ini diberi orientasi tentang 9 isu lingkungan hijau yang telah digunakan sejak awal dimulainya Green School Festival. Isu-isu tersebut meliputi : isu tanah, air dan limbah cair, tanaman, keindahan, edukasi dan informasi, tanah, polusi udara, dan resiko

Diharapkan, dengan adanya kegiatan Green School Festival, progam sekolah adiwiyata dapat terwujud. Karena, prinsip sekolah Adiwiyata memiliki kesamaan dengan Green School Festival, yakni meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Progam ini diselenggarakan bersamaan dengan Green School Festival, karena 9 isu yang dibahas dalam pemetaan Green School Festival amat berkaitan dengan Sekolah Adiwiyata.

Green School Festival, Pesta Lingkungan Hidup Se-Indonesia


Green School Festival, atau lebih sering disingkat dengan GSF, merupakan salah satu budaya unik Indonesia. Sebuah festival yang digelar di beberapa daerah di Indonesia. Disebut festival dan bukan lomba, karena lomba merupakan bagian kecil dari rangkaian kegiatan ini. 

Di Malang, Green School Festival telah dimulai sejak tahun 2014. Sejak dimulainya rangkaian acara ini, banyak sekolah yang telah ikut serta dalam acara-acara dalam Green School Festival. Dari jenjang SD hingga SMA/SMK, telah mencurahkan usahanya untuk meramaikan kegiatan ini.

Green School Festival bertujuan untuk memberikan alternatif untuk belajar tentang lingkungan hidup bagi warga sekolah. Alternatif ini adalah dengan cara berkegiatan yang santai, namun bermanfaat. Salah satu metode alternatif ini adalah Green School Mapping. Green School Mapping sendiri adalah metode di mana peserta Green School Festival memetakan sendiri masalah dan potensi lingkungan hidup di lingkup sekolah. Pemetaan ini merangkup 9 isu, yakni :

  1. Isu energi
  2. Isu sampah
  3. Isu polusi udara
  4. Isu air dan limbah cair
  5. Isu tanah dan kontaminasi kimia
  6. Isu tanaman 
  7. Isu resiko
  8. Isu keindahan
  9. Isu edukasi-informasi-inspirasi
Pemetaan ini bertujuan untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab peserta. Sembilan isu lingkungan hidup ini didiskusikan oleh 9 tim yang telah dibentuk oleh masing-masing sekolah yang mengikuti Green School Festival. 


Workshop Green School Mapping 

Kegiatan ini masih berlangsung hingga saat ini, dan ratusan sekolah masih ikut serta dalam festival ini. Selain Green School Mapping, ada juga kegiatan workshop, di mana tiap tim dipersiapkan untuk memetakan 9 isu yang ada.

Setelah pemetaan isu tersebut telah selesai, segenap warga sekolah ambil tindakan untuk mewujudkan dan meningkatkan potensi lingkungan hidup di sekolah masing-masing. Para juri akan mengunjungi sekolah-sekolah, dan menilai hasil dari usaha pemetaan 9 isu.